Sejarah LPPM IAIN Takengon



Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon merupakan Lembaga yang berada di bawah naungan IAIN Takengon dan secara struktural berada di bawah Rektor dan bertanggung jawab pada Rektor. LPPM semula bernama Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Mulai tahun 2021, P3M resmi berganti nama menjadi LPPM IAIN Takengon dan resmi beroperasi berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 02 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Takengon dan Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2021 tentang Statuta Institut Agama Islam Negeri Takengon. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menjadi ujung tombak untuk merealisasikan visi dan misi IAIN Takengon. Salah satu sasaran strategis IAIN Takengon yang sejalan dengan sasaran program Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yakni meningkatkan reputasi institusi melalui penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat.

Secara umum, salah satu tantangan yang dialami sebahagian besar perguruan tinggi di tanah air, khususnya di IAIN Takengon adalah masih terbatasnya jumlah penelitian dan publikasi karya ilmiah sivitas akademika. Kondisi ini secara langsung berdampak pada rendahnya pengakuan berbagai pihak terhadap kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan. Peningkatan kuantitas dan kualitas Dosen IAIN Takengon dalam penelitian dan penulisan karya ilmiah dan pengabdian masyarakat dilakukan dengan berbagai strategi.

Strategi yang ditempuh secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua: penguatan kapasitas, dan fasilitasi. Penguatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan, pemagangan, dan pengiriman dosen atau Mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam forum pengembangan kompetensi terkait penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan pelatihan diharapkan dosen dapat meningkatkan kemampuannya dalam menulis karya ilmiah dan dapat memotivasi dosen agar produktif dalam menghasilkan karya ilmiah sesuai dengan kebutuhan. Tindak lanjut kegiatan pelatihan dilanjutkan dengan kegiatan klinik berupa pemberian bimbingan kepada dosen yang telah mengikuti pelatihan untuk dapat menghasilkan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain kegiatan penguatan kapasitas dan kompetensi, strategi yang ditempuh berupa fasilitasi melalui penyiapan anggaran untuk atau dana penelitian dan pengabdian masyarakat kepada dosen.

Sejak beralih status menjadi salah satu PTKIN pada tahun 2012, IAIN Takengon setiap tahunnya mengalokasikan dana untuk memotivasi Dosen dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui strategi ini, Dosen dimotivasi dan ditantang untuk aktif melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, IAIN Takengon memberikan fasilitas publikasi karya ilmiah dengan menyediakan jurnal di lingkungan IAIN Takengon, serta secara bertahap memberi insentif sesuai kemampuan anggaran kepada Dosen untuk menghasilkan penelitian/karya ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal ilmiah internasional bereputasi

 



Foto Dokumentasi

  • 005.jpg
    LPPM Rabu, 23 Jun 2021 260
    Terdapat 3 Slide Foto

  • 003.jpg
    KPM Rabu, 23 Jun 2021 258
    Terdapat 1 Slide Foto